Menumbukan Minat Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Von ADIDES 230712 A. Pendahuluan Suatu kegiatan yang dilakukan tidak sesuai dengan minat akan menghasilkan prestasi yang kurang menyenangkan. Dapat dikatakan bahwa dengan terpenuhinya minat seseorang akan mendapatkan kesenangan dan kepuasan batin yang dapat menimbulkan motivasi. S. C. Utami Munandar (1985: 11) menyatakan bahwa minat dapat juga menjadi kekuatan motivasi. Prestasi sereorang selalu dipengaruhi macam als intensitas minatnya. Minat menimbulkan kepuasan. Seorang anak cenderung untuk mengulang-ulang tindakan-tindakan yang didasari oleh minat von minat ini dapat bertahan selama hidupnya. Dengan demikian, minat belajar merupakan faktor yang sangat penting dalam keberhasilan belajar siswa. Dämmung itu minat belajar juga dapat mendukung als mempengaruhi proses belajar mengajar di sekolah. Nam............................................................................. Jama hal ini terjadi, maka proses belajar mengajar Wortspiel akan mengalami hambatan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Berdasarkan pengalaman penulis, pada saat pembelajaran berlangsung siswa kurang bergairah dalam mengikuti pelajaran. Hanya sebagian kecil saja siswa yang bisa memahami dan mengerjakan tugas dengan semangat. Sebagian besar siswa mengerjakan tugas yang diberikan dänischer perasaan terpaksa atau takut. Hal ini menyebabkan tugas yang diberikan hasilnya kurang memuaskan sehingga terkesan asal jadi. Jika mereka ditanya, alasannya mereka tidak mempunyai hat ein neues Objekt erhalten: bakat di bidang hat eine neue Auszeichnung erhalten: Dengan kondisi seperti ini, guru peru mencari upaya bagaimana menumbuhkan minat belajar siswa terutama dalam pembelajaran Seni Rupa. B. Konsep Minat Belajar Pengertian minat Minat Sering dihubungkan dengan keinginanischen atau ketertarikan terhadap sesuatu yang datang dari dalam diri seseorang tanpa ada paksaan dari luar. Die Liang-Gie (1994: 28) menhangkapkan bahwa minat berarti sibuk, tertarik, atau terlibat sepenuhnya dengan suatu kegiatan karena menyadari pentingnya kegiatan itu. Menurut Slameto (dalam Djaali 2006: 121) minat Adalah rasa lebih hat eine neue Auszeichnung erhalten. Sedangkan menurut Krähe und Krähe (dalam Djaali 2006: 121) mengatakan bahwa minat berhubungan dengan gaya gerak yang mendorong seseorang untuk menghadapi atau berurusan dengan orang, benda, kegiatan, pengalaman yang dirangsang oleh kegiatan itu sendiri. Pengertian Belajar Ada beberapa definisi yang dikemukakan oleh para ahli tentang belajar, pada umumnya mereka memberikan penekanischen pada unsur perubahan dan pengalaman. Menurut Witherington (dalam Sukmadinata 2007: 155) menyatakan bahwa belajar merupakan perubahan dalam kepribadian, yang dimanifestasikan sebagai pola antwort yang baru yang berbentuk keterampilan, sikap, kebiasaan, pengetahuan, dan kecakapan. Krähe und Krähe (dalam Sukmadinata 2007: 155) mengemukakan bahwa belajar adalah diperolehnya kebiasaan-kebiasaan, pengetahuan dan sikap baru. Sedangkan menurut Hilgar (1962: 252) menjelaskan bahwa belajar adalah suatu proses di manna suatu perilaku muncul atur berubah karena adanya antworten Sie terhadap sesuatu situasi. Berdasarkan penekanan unsur pengalaman tentang definisi belajar dikemukakan para ahli, antara lain menurut Di Vesta und Thompson (1970: 112) menyatakan bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku yang verwandte menetap sebagai hasil dari pengalaman. Gage und Berliner (1970: 256) mengemukakan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku yang muncul karena pengalaman. Sedangkan menurut Hilgard (1983: 630), mengemukakan bahwa belajar dapat dirumuskan sebaiai perubahan perilaku yang brelatif dauerhaft yang terjadi karena pengalaman. C. Faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar minat belajar peserta didik sangat menentukan keberhasilannya dalam proses belajar. Ada beberapa faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor tersebut bersummer Pada dirinya dan luar dirinya atau lingkungannya antara lain sebagai Berikut: Faktor dalam diri siswa, yang terdiri dari. Aspek jasmaniah, mencakup kondisi fisik atau kesehatan jasmani dari einzeln siswa. Kondisi fisik yang prima sangat mendukung keberhasilan belajar und dapat mempengaruhi minat belajar. Namun jika terjadi gangguan kesehatan pada fisik terutama indera penglihatan dan pendengaran, otomatis dapat menyebabkan berkurangnya minat belajar pada dirinya. (Kumpulan Tugas Sekolahku) Aspek Psikologis (kejiwaan), menurut Sardiman (1994: 44) faktor psikologis meliputi perhatian, pengamatan, tanggapan, fantasi, ingatan, berfikir, bakat, dan Motiv. Pada pembahasan berikut tidak semua faktor psikologis yang dibahas, tetapi hanya sebagian saja yang sangat berhubungan dengan minat belajar. Faktor dari luar siswa, meliputi: Keluarga, meliputi hubungan antar keluarga, suasana lingkungan rumah, dan keadaan ekonomi keluarga. Sekolah, meliputi metode mengajar, kurikulum, sarana dan prasarana belajar, sumber-sumber belajar, medien pembelajaran, hubungan siswa dengan temanya, guru-gurunya dan staf sekolahserta berbagai kegiatan kokurikuler. Lingkungan masyarakat, meliputi hubungan dengan teman bergaul, kegiatan dalam masyarakat, dan lingkungan tempat tinggal. Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa faktor-faktor dari diri siswa dan dar luar siswa saling berkaitan dalam menumbuhkan minat belajar. Jika faktor-faktor tersebut tidak mendukung mengakibatkan kurang atau hilangnya minat belajar siswa. Kurang atau hilangnya minat belajar siswa sebbabkan oleh banyak hal yang secara tidak Sprachen dapat mempengaruhi pencapaian hasil belajar. Menurut JT. Loekmono (1985: 97), faktor-faktor yang menyebabkan kurang atau hilangnya minat belajar sisbwa adalah sebagai berikut. D. Faktor-faktor yang dapat menumbuhkan minat belajar Beberapa ahli pendidikan berpendapat bahwa cara yang paling efektif untuk membrankitkan minat pada suatu subyek yang baru adalah dengan menggunakan minat-minat siswa yang telah ada. Menurut Tanner und Tanner (1975) menyarankan Agar Para Pengajar Berusaha Membranen Minat-Minat Baru Pada Siswa. Hala ini bisa dicapai melalui jalan memberi informasi pada siswa tentang bahan yang akan dismpaikan dengan menghubungkan bahan pelajaran yang lalu, kemudian diuraikan kegunaannya di masa yang akan datang. Roijakters (1980) berpendapat bahwa hal ini biasa dicapai dengan cara menghubungkan bahan pelajaran dengan berita-berita yang gefühlsmäßig, yang sudah diketahui siswa. Harry Kitson (dalam Die Liang gie 1995: 130) mengemukakan bahwa ada dua kaidah tentang minat (die Gesetze von Interesse), yang berbunyi. Untuk menumbuhkan minat terhadap suatu mata pelajaran, unsahakan memperoleh keterangan tentang hal itu Untuk menumbuhkan minat terhadap suatu mata pelajaran, lakukan kegiatan yang menyangkut hal itu. Minat belajar akan tumbuh apabila kita berusaha mencari berbagai keterangan selengkap mungkin mengenai mata pelajaran esu, umpamanya arti penting atau pesonanya dan segi-segi lainnya yang mungkin menarik. Keterangan itu dapat Diperoleh Dari Buku Pegangan. Ensiklopedi, guru dan siswa leitender yang tertarik atau berminat pada mata pelajaran itu. Dämmung itu perlu dilakukan kegiatan yang berhubungan dengan mata pelajaran esu, misalanya pada mata pelajaran seni rupa usahakan mengikuti apa yang harus dilakukan apakah dengan menggambar atau melukis. Dengan Langkah-Langkah Itu Minat Siswa Terhadap Mata Pelajaran Itu Akan Tumbuh. JT. Loekmono (1985: 98), mengemukakan bahwa cara-cara untuk menumbuhkan minat belajar pada duis siswa adalah sebagai Berikut. Periksalah kondisi jasmani anak, untuk mengetahui apakah segi ini yang menjadi sebab. Gunakan metode yang bervariasi dan Medien pembelajaran yang menarik sehingga dapat merangsang anak untuk belajar menolong anak memperoleh kondisi kesehatan geistigen yang lebih baik. Cek pada orang atau guru-guru lain. Apakah sikap dan tingkah laku tersebut hanya terdapat pada pelajaran saudara atau juga ditunjukkan kelas lain ketika diajar oleh guru-guru lain. Mungkin lingkungan rumah anak kurang mementingkan sekolah dan belajar. Dalam hal ini orang-orang di rumah perlu diyakinkan akan pentingnya belajar bagi anak. (Kumpulan Tugas Sekolahku) Cobalah menemukan sesuatu hal yang dapat menarik perhatian anak, atau tergerak minatnya. Apabila minatnya tergerak, maka minat tersebut dapat dialihkan kepada kegiatan-kegiatan lain di sekolah. Dari beberapa pendapat yang telah dikemukakan dapat dipahami bahwa banyak sekali faktor yang dapat menumbuhkan atau membangkitkan minat belajar bagi siswa. Tinggal bagaimana aufwärts Yang harus kita lakukan sebagai seorang guru dalam memecahkan masalah ini, sehingga siswa terbantu untuk menemukan minatnya dalam mengikuti pembelajaran. Siswa yang memiliki karakter yang berbeda-beda memerlukan penanganan yang berbeda pula, termasuk dalam hal menumbuhkan minat belajarnya. Dengan Adanaa upaya dari guru dan pihak lain dalam menumbuhkan minat belajar bagi siswa, diharapkan dapat mencapai tujuan pembelajaran yang akhirnya tertuju pada keberhasilan belajar siswa. Penutup Minat belajar merupakan salah satu komponieren yang berpengaruh terhadap keberhasilan belajar. Untuk menumbuhkan minat belajar pada diri siswa, terlebih dahulu kita harus memperhatikan apa yang menjadi latar belakang yang menyebabkan berkurang atau bahkan hilangnya minat belajar. Setelah itu baru kita mengambil Langkah-Langkah Apa Yang Harus kita lakukan untuk menumbuhkan minat belajar pada diri siswa. Dengan demikian upaya untuk menumbuhkan minat belajar sesuai dengan sasarannya. Dari uraian yang telah dipaparkan di atas, maka dapat kita tarik beberapa kesimpulan yang berkaitan dengan upaya menumbuhkan minat belajar pada peserta didik. Pertama, pahami dan kenali terlebih dahulu kondisi fisik dan psikologis siswa. Kedua, gunakan teknik und metode yang bervariasi dalam penyajian materi pembelajaran. Ketiga, penggunaan Medien pembelajaran hendaknya dapat merangsang siswa untuk tertarik ikuti serta dalam pembelajaran. Keempat, pahami kondisi lingkungan keluarga, masyarakat, dan sekolah sehingga kita dapat mencari jalan keluar dalam menumbuhkan minat belajar siswa. Rujukan Arsyad, Azhar. 2007. Medien Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Munandar, S. C. Utami. 1985. Mengembangkan Bakat und Kreativitas Anak Sekolah: Petunjuk-Beutel Para Guru dan Orang Tua. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesien. Sardiman, AM.1992. Interlaken für das Leben. Jakarta: Rajawali Pers. Sukmadinata, Nana Syaodih. 2007. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya. Djaali, H. 2006. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Gie, die Liang. 1995. Cara Belajar yang Efisien. Yogyakarta: Freiheit. Loekmono, JT. 1985. Bimbingan bagi Anak Remaja yang bermasalah. Jakarta: Lebenslauf. Rajawali. Sunday, 15. April 2012 1komentar Minat Adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan melakukan kegiatan dengan sungguh-sungguh disertai dengan rasa senang. Oleh karena itu seorang guru yang berhasil dalam melakukan kegiatan pembelajaran dengan baik adalah guru yang mampu memberikan rangsangan kepada peserta didik, agar ia berminat untuk mengikuti proses belajar mengajar tersebut. Untuk mengetahui apakah peserta didik berminat dalam belajar atau tidak dapat Dilihat Dari Beberapa Indikator. Peserta didik yang memiliki minat belajar yang tinggi dapat dikenali melalui proses pembelajaran yaitu. 2. p erhatian dalam belajar 3. ein ntusias melakukan kegiatan dan mengerjakan tugas yang diberikan dengan rasa senang dan sungguh-sungguh. Dalam kamus besar bahasa Indonesien, minat adalah kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu. Menurut Slameto (2003: 57), 8220minat adalah kizendrungan yang tetap untuk memperhatikan als mengenang beberapa kegiatan8221. Hal yang sama diungkapkan oleh Winkel (dalam Hidayat, 2006: 2), 8220minat merupakan kecenderungan yang agak menetap dalam diri subjek, sehingga ia merasa tertarik pada suatu bidang von halb halb halb tertentu, dan merasa senang berkecimpung von dalam bidang atau hal tersebut. 8221 Minat merupakan faktor yang sangat menentukan dalam keberhasilan belajar seseorang (Shaffat, 2009: 47). Karena begitu pentingnya peran minat dalam kehidupan seseorang, sehingga minat nantinya akan mempunyai dampak yang besagter terhadap sikap dan prilaku seseorang. Seseorang yang mempunyai minat yang tinggi terhadap sesuatu aktivitas atau kegiatan tertentu baik itu yang berbentuk permainan ataupun pekerjaan maka ia akan berusaha keras untuk belajar dan aktive dalam aktivitas tersebut dibandingkan dengan orang yang mempunyai minat jang rendah terhadap aktivitas atau kegiatan. Kemudian Hurlock (dalam Hidayat, 2006: 2) menjelaskan juga bahwa semua minat mempunyai dua aspek diantaranya adalah sebagai berikut: 1. ein spek kognitif, yaitu aspek yang dikembangkan seseorang mengenai bidang yang berkaitan dengan minat. Vielen Dank für Ihre Bewertung! Bewertung schreiben Fotos hinzufügen Ist dies Ihr Unternehmen? Jetzt aktualisieren Diese Seite per E-Mail verschicken Diese Seite zu den Favoriten Ihres Browsers hinzufügen Diese Seite verschicken 2. ein spek afektif, yaitu konsep yang membangun aspek kognitif yang dinyatakan dalam sikap yang ditimbulkan minat Minat yang terdiri aspek kognitif als aspek afektif dapat berkurang dan bertambah sebagaimana yang diungkapkan oleh Krähe bahwa seseorang itu hanya memiliki minat sangat sedikit dari bawaannya. Pengalaman yang bermacam-macam sebagai hasil pengamatan lingkungan dapat menyebabkan minat itu berkembang dan berkurang. Karena minat merupakan salah satu faktor yang penting yang harus ada dalam diri manusia, sehingga tanpa minat terhadap sesuatu, seseorang tidak akan merasakan adanya kepuasan. Ini berarti minat merupakan taga dorong untuk pencapaian sesuatu dans pada akhirnya akan Membrane pola hidup manusia. Bahkan dapat dikatakan bahwa keberhasilan als perkembangan hidup manusia esu sebagian besar ditentukan oleh minatnya. (2003: 180), adalah dengan menggunakan minat-minat peserta didik yang telah ada (2003: 180), das ist ein tolles Spiel. Misalnya peserta hat eine neue Auszeichnung erhalten. Sebelum mengajarkan gerak, guru dapat menarik perhatianischen peserta didik dengan menceritakan sedikit balap mobilen yang baru saja berlangsung. Kemudian materi diarahkan sedikit demi sedikit ke pelajaran sesungguhnya. Menurut Tanner (dalam Slameto, 2001: 181), metode yang bisa dilakukan untuk membrankitkan minat peserta didik adalah membentuk minat-minat baru dengan karikaturmitglied informasi pada peserta didik mengenai manfaat materi pelajaran yang akan diberikan. Sedangkan Rooijakkers (dalam Slameto, 2003: 181) Mitgliedschaft alternatif lain, yaitu dengan Kara menyampaikan suatu berita sensasional yang sudah diketahui kebanyakan peserta didik. Misalnya dalam mempelajari zentang fluida, maka dikaitkan dengan peristiwa akan dihukumnya Archimedes, jika tidak dapat mengetahui keaslian bahan baku dari mahkota raja. Pada proses pembelajaran minat tidak muncul dengan sendirinya, akan tetapi banyak faktor yang dapat mempengaruhinya. (3) bahan pelajaran dan sikap guru, (4) keluarga, (5) teman pergaulan, (6) lingkungan, dan (1) (1) 7) fasilitas. Berdasarkan beberapa uraischen sebelumnya. ...................................................................................... 1. Ketertarikan yang ditandai dengan partisipasi dalam pembelajaran als kesegeraan dalam menyelesaikan dan mengumpulkan tugasPR. 2. Kesukaansenang yang ditandai bergairah dengan metode mengajar yang digunakan Guru dan berinisiatif memahami materi pelajaran. 3. Perhatian yang ditandai dengan konsentrasi pada saat pembelajaran berlangsung dan ketelitian dalam mengerjakan tugas.
No comments:
Post a Comment